KEBUDAYAAN CIREBON
KEBUDAYAAN CIREBON
NAMA : Evi Tania
NPM
: 118090058
Cirebon sebagai daerah pantai utara
pulau jawa bagian barat dalam konteks sejarahnya terbukti mampu melahirkan
kebudayaan yang berangkat dari nilai tradisi dan agama. Syekh Syarif
Hidayatullah yang juga dikenal dengan nama sunan Gunung jati bermukim di
cirebon mengembangkan agama melalui pendekatan kultur. Kebudayaan Cirebon yang
bukan jawa dan bukan sunda itu akhirnya memiliki ciri khas sendiri. Yakni
adanya keberanian untuk mengadopsi nilai agama dengan nilai baru (saat itu)
saat agama islam mulai di ajarkan Sunan Gunungjati.
ACARA ADAT ISTIADAT CIREBON
Ritual mapag sri misalnya.
Sesaat menjelang menanam padi di sawah, para petani mempersembahkan rasa syukur
kepada Tuhan karena alam telah demikian berdamai memberikan panen. Dewi Sri
sebagaimana diketahui adalah penjelmaan dewi padi yang bertugas antara lain
menyuburkan tanah pertanian sehingga padi tumbuh dengan sempurna. Adaptasi
budaya Hindu dengan ajaran Islam sebelum menanam padi, kini semakin jarang
terlihat. Teknologi dan mesin telah menyingkirkan mapag sri.
Panjang Jimat Tradisi Maulid Nabi di Keraton Cirebon Sejak zaman
Khalifah Sholahudin Al Ayubi 1993 M, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad
SAW atau maulid Nabi kerap di istimewakan. Tujuannya, tidak lain untuk
mengenang dan selalu meneladani nabi Muhammad SAW.
Sintren di
tengah-tengah kawih, muncullah Sintren yang masih muda belia. Yang konon
haruslah seorang gadis, karena kalau Sintren dimainkan oleh wanita yang sudah
bersuami, maka pertunjukan dianggap kurang pas. Kemudian sintren diikat dengan
tali tambang mulai leher hingga kaki, sehingga secara logika, tidak mungkin
Sintren dapat melepaskan ikatan tersebut dalam waktu cepat. Lalu Sintren
dimasukan ke dalam sebuah carangan (kurungan) yang ditutup kain, setelah
sebelumnya diberi bekal pakaian pengganti. Gamelan terus menggema, dua orang
yang disebut sebagai pawang tak henti-hentinya membaca doa dengan asap kemenyan
mengepul. Dan Juru kawih pun terus berulang-ulang nembang.
Ketika kurungan dibuka, anehnya sang sintren telah
berganti
busana
lengkap dengan kaca mata hitam. Setelah itu sang sintren pun akan menari.
Tarian sintren sendiri lebih mirip orang yang ditinggalkan rohnya. Terkesan
monoton dengan gesture yang kaku dan kosong. Dan disinilah uniknya kesenian
ini. Ketika sang sintren menari, para penonton akan melemparkan uang logam ke
tubuh sang penari. Ketika uang logam itu mengenai tubuhnya, maka penari sintren
pun akan pingsan dan baru akan bangun kembali setelah diberi mantra-mantra oleh
sang pawang.
Seni Gembyung merupakan
salah satu kesenian peninggalan para wali di Cirebon. Seni ini merupakan
pengembangan dari kesenian Terbang yang hidup di lingkungan pesantren. Konon
seperti halnya kesenian terbang, gembyung digunakan oleh para wali yang dalam
hal ini Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan agama
Islam di Cirebon. Kesenian Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada
upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban
dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah. Untuk pastinya
kapan kesenian ini mulai berkembang di Cirebon tak ada yang tahu pasti. Yang
jelas kesenian Gembyung muncul di daerah Cirebon setelah kesenian terbang hidup
cukup lama di daerah tersebut.Gembyung merupakan jenis musik ensambel yang di
dominasi oleh alat musik yang disebut waditra. Meskipun demikian, di lapangan
ditemukan beberapa kesenian Gembyung yang tidak menggunakan waditra tarompet.
A. KARYA SENI
KHAS CIREBON
Batik Trusmi Cirebon merupakan
batik khas dari daerah trusmi di Cirebon. Motif mega mendung merupakan motif
yang paling diminati dan paling populer.
Glass
Painting atau Lukisan Kaca Adalah seni
melukis diatas permukaan kaca, dimana pelukis langsung melukis dipermukaan
gelas/cermin atau media kaca.
Konon sejak abad ke 17 Masehi, Lukisan Kaca telah
dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembanganya Agama Islam di Pula Jawa.
Pada masa pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, Lukisan Kaca sangat terkenal
sebagai media dakwah Islam yang berupa Lukisan Kaca Kaligrafi dan Lukisan Kaca
Wayang.
B. KULINER KHAS
CIREBON
Nasi
Jamblang adalah
makanan khas dari Cirebon jawa barat . Nasi Jamblang berasal dari nama daerah
di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas
makanan ini adalah penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi. Penyajian
makanannya pun bersifat prasmanan.
Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat.
Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon
mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah
usus, babat dan daging sapi.
Tahu
Gejrot adalah
makanan khas Cirebon, Indonesia. Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah
digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya
cabe, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil. atau coet,
biasanya pedagang menjajagan dagangannya dengan menggunakan sepeda.
Sumber :
1. nuhfajrii.wordpress.com
2. fahmina institute, cirebon
Komentar
Posting Komentar